"Susu merupakan sekresi normal kelenjar mamari atau ambing mamalia atau cairan yang diperoleh dari hasil pemerahan ambing (sapi) sehat, tanpa dikurangi atau ditambahkan sesuatu"
Soeparno (2015)
Istilah “susu” selalu dianggap sebagai susu sapi, sedangkan susu yang berasal dari spesies lain (termasuk manusia) disebut secara spesifik, contoh : ASI (Air Susu Ibu), susu kambing, susu kuda
- Kandungan susu segar
- Penyimpanan Susu Segar
- Suhu ideal penyimpanan susu adalah 1º hingga 4º Celcius atau lebih rendah (kulkas rak bagian atas atau tempat keluar udara dingin maupun freezer) dengan wadah yang tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi. Proses pendinginan ini penting dilakukan setelah proses pemerahan maupun pembelian susu untuk memperlambat proses perkembangan bakteri di dalam susu.
- Metode pengolahan susu segar
- Pasteurisasi : Pemanasan setiap partikel susu atau produk susu pada temperatur spesifik tanpa memberi kesempatan kontaminasi kembali pada susu atau produk susu tersebut selama proses pemanasan dan kemudian didinginkan secepatnya. Tujuan pasteurisasi ini untuk membunuh sebagian besar mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) dan enzim yang dapat merusak susu, tanpa mengubah rasa dan kandungan nilai gizi secara signifikan. Proses pasteurisasi dibagi menjadi 2 metode :
- LTLT (Low Temperature Long Time) : dipanaskan pada suhu 63º Celcius selama 30 menit
- HTST (High Temperature Short Time) : dipanaskan pada suhu 72º Celcius selama 15 detik
- Sterilisasi : Proses pemanasan susu pada suhu tinggi selama waktu tertentu. Pada proses UHT (Ultra High Temperature), susu dipanaskan pada suhu 138º – 150º Celcius selama 2 detik, kemudian didinginkan dan disimpan dalam kemasan steril.
- Fermentasi : Proses pengolahan komposisi susu melalui aktifitas mikro-organisme (bakteri baik) sehingga menghasilkan produk dengan tekstur, rasa dan nilai gizi yang berbeda. Contoh pengolahan menggunakan mikroorganisme adalah yoghurt, kefir, keju.
- Pasteurisasi : Pemanasan setiap partikel susu atau produk susu pada temperatur spesifik tanpa memberi kesempatan kontaminasi kembali pada susu atau produk susu tersebut selama proses pemanasan dan kemudian didinginkan secepatnya. Tujuan pasteurisasi ini untuk membunuh sebagian besar mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) dan enzim yang dapat merusak susu, tanpa mengubah rasa dan kandungan nilai gizi secara signifikan. Proses pasteurisasi dibagi menjadi 2 metode :
Item #1
Item #2
Item #3
- List Item #1
- List Item #2
- List Item #3
My Skill
Web Designer
50%
Sara Parker
Kitchen Chronicles
Join me on my journey to a healthier lifestyle
